Seputar SKOI Kaltim

Direncanakan, Lelang Jabatan Kepala SKOI Kaltim

Natal Parlindungan S | Senin, 30 Juni 2014 - 00:19:59 WIB | dibaca: 652 pembaca

SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya mengoptimalkan pengelolan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim sebagai wadah pembinaan atlet usia dini berprestasi. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan lelang terbuka pengisian jabatan Kepala SKOI Kaltim untuk mencari orang yang dianggap berkompeten mengisi jabatan tersebut.
 
“Kita akan umumkan di kompas (media massa nasional,Red) perihal pengumuman pencarian Kepala SKOI. Ini agar pengelolaannya lebih profesional lagi karena ditangani orang yang berkompeten di bidang pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga,” ungkap Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak kepada wartawan, baru-baru ini.
 
Gubernur Faroek tidak merinci kriteria dan persyaratan calon Kepala SKOI. Intinya, pelamar harus menguasai ilmu manajemen sekolah berbasis keolahragaan. Khususnya berkaitan kemampuan menyusun, berkoordinasi dan sinkronisasi program pengembangan dan pembinaan prestasi olahraga dengan guru maupun pelatih.
 
Berkaitan itu, pemprov akan melakukan penjaringan secara ketat kepada para pelamar. Termasuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and profer test) untuk memastikan penempatan jabatan tersebut dilakukan dengan pola orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat (right man on the right job) maupun orang yang tepat untuk posisi jabatan yang tepat (right man on the right place).
 
Menurut Faroek, optimalisasi pengelolaan SKOI dilakukan karena unit pelayanan pendidikan bidang olahraga di bawah koordinasi Dispora Kaltim tersebut merupakan wadah pembibitan atlet usia dini.
 
“Semua bibit olahraga ada di sana. Terlebih untuk tahun ajaran baru ini kita akan tingkatkan kuota penerimaan siswa SKOI menjadi 500 orang dengan 50 cabang olahraga dari awalnya 112 siswa dengan 19 cabang olahraga,” sebutnya.
 
Selain itu, Gubernur Faroek berencana memberikan keistimewaan bagi guru dan pelatih berupa bonus jika berhasil menghantarkan atlet binaannya berprestasi pada pertandingan level nasional dan internasional.
“Dengan demikian pelatih punya target pembinaan, sehingga prestasinya pun terukur,” tegasnya.(arf)