Seputar SKOI Kaltim

Dispora Sosialisasikan Penerimaan Siswa SKOI Kaltim

Natal Parlindungan S | Rabu, 12 Maret 2014 - 01:11:01 WIB | dibaca: 822 pembaca

SAMARINDA – Keinginan Gubernur menambah kuota penerimaan siswa Sekolah Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim mulai disosialisasikan. Berdasarkan rencana, dari 112 orang siswa untuk 19 cabang olahraga (cabor) akan ditambah menjadi 500 orang dengan 50 cabor. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim akan melakukan sosialisasi penambahan kuota tersebut ke kabupaten/kota se Kaltim.


“Kita baru saja menyosialisasikan perihal penerimaan siswa baru SKOI ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar).  Utamanya bagi KONI, pengurus cabor, serta guru SD dan SMP di sana. Ini untuk penjaringan bibit potensial atlet usia dini guna dibina di SKOI,” ucap Kepala Dispora Kaltim Sigit Muryono di Samarinda, Rabu (12/3).


Sosialisasi dilakukan agar daerah memberikan rekomendasi bagi siswa yang ingin mendaftar. Rekomendasi ini menjadi syarat pendukung penerimaan siswa masuk SKOI.  Sedangkan syarat utamanya adalah harus berprestasi minimal pada even olahraga tingkat daerah.


Menurut Sigit, target pembinaan olahraga SKOI Kaltim menjadikan atlet usia dini berprestasi. Tidak hanya sebatas even olaharaga nasional PON, tapI juga internasional seperti SEAGAMES.


“Tugas memperkenalkan olahraga menjadi tanggung jawab guru olahraga di sekolah maupun Pembina cabor di daerah. Pembinaan siswa yang dianggap potensial menjadi tugas SKOI, yakni secara berkesinambungan untuk pembibitan atlet berprestasi,” jelasnya.


Diakui, SKOI sejak pendiriannya 2009 silam mulai menunjukkan hasil sesuai harapan. Meningkatkan prestasi Kaltim di sejumlah event olahraga tanpa mutasi atlet. Seperti diketahui, pendiriannya merupakan komitmen kuat Gubernur meningkatkan prestasi olahraga kaltim dengan memanfaatkan fasilitas olaharaga eks PON XVII Kaltim 2008.


Salah satu contoh keberhasilan Kaltim pada PON XVIII Riau 2012 lalu. Atlet-atlet binaan SKOI sukses mendapatkan 11,4 persen dari total medali emas yang diperoleh atlet Kaltim. Termasuk telah mengharumkan nama Indonesia pada pertandingan antar sekolah olahraga se Asia Tenggara, di Thailand yang diselenggarakan setiap tahun.


"Tahun 2013 kemarin merupakan tahun ketiga keikutsertaan SKOI di ajang Sport School Games. Hasilnya, SKOI berhasil memperbaiki peringkat dari tahun ke tahun sejak keikutsertaan pertama di tahun 2011. Hal ini sebagai salah satu bukti bahwa pembinaan yang dilakukan SKOI tepat sasaran sesuai harapan Gubernur mendirikan SKOI,” kata Sigit.


Terkait rencana penambahan kuota penerimaan siswa SKOI, Dirinya mengaku hal tersebut sesuai instruksi Gubernur yang menginginkan prestasi olahraga Kaltim harus lebih baik. Dengan 112 siswa dan 19 cabor dianggap masih kurang. Gubernur ingin Kaltim kuat di semua cabor yang dipertandingkan.


“Minimal mampu mempertahankan peringkat lima besar atau terbaik di luar Jawa pada PON XIX Jabar 2016 mendatang. Syukur bisa merebut kembali peringkat tiga besar saat PON Kaltim lalu. Karenanya harus dipersiapkan dengan baik. Prestasi olahraga bisa dicapai dengan persiapan matang,” katanya.