Seputar SKOI Kaltim

Siswa SKOI Kaltim Lulus 100 Persen UN

Natal Parlindungan S | Selasa, 01 Juli 2014 - 00:33:14 WIB | dibaca: 664 pembaca

SAMARINDA – Hasil Ujian Nasional (UN) siswa Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim membanggakan. Dari 24 peserta UN siswa SKOI Kaltim berhasil lulus 100 persen dengan nilai rata – rata tertinggi untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 8,60 dan terendah untuk mata pelajaran Matematika 4,25.
 
“Sama seperti 3 tahun sebelumnya, hasil UN tahun ini juga mencatatkan hasil membanggakan. Kelulusan siswa kelas XII SMAN Khusus Olahragawan SKOI Kaltim yang terdiri dari 16 siswa jurusan IPS dan 8 siswa Jurusan IPA mencapai 100.,” sebut Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono didampingi Kepala UPTD SKOI Kaltim, Agustianur, ketika ditemui, di Samarinda, Senin (26/5).
 
Hal yang lebih membanggakan, UN 2014 merupakan tahun perdana SKOI Kaltim melaksakan UN secara mandiri atau tidak bergabung dengan sekolah lain. Ini seiring telah terakreditasinya satuan pendidikan SMAN Khusus Olahragawan dengan predikat A (sangat baik) oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah (BAN S/M) Kaltim pada tahun 2013.
 
Sukses UN 2014 diakui merupakan sukses ganda, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses hasil UN. “Tentunya ini buah hasil berbagai rencana dan persiapan yang telah dilakukan guna meraih sukses ganda dimaksud,” sebutnya.
Persiapan dimaksud antara lain menyelenggarakan UN mengacu pada prosedur operasional standar (POS) UN 2014, serta beberapa kali melaksanakan tryout sebagai simulasi pelaksanaan UN. Utamanya mempercayakan pembinaan siswa kepada segenap dewan guru baik di SMP maupun SMA Khusus Olahragawan.
 
“Nilai UN memang bukan satu-satunya faktor penentu kelulusan, karena masih dipersentase dengan nilai sekolah dengan bobot 60 persen dan 40 persen. Tapi hasil ini tetap memberi rasa bangga ditengah peran ganda yang dipikul anak-anak SKOI. Mereka harus lulus UN secara akademis, dan harus pula berprestasi di bidang olahraga” katanya.
 
Menurut Sigit, hal tersebut sesuai motto SKOI Kaltim “olahraga nomor 1, akademik tetap yang pertama”.  Itu sebabnya pembinaan SKOI tidak hanya menitik beratkan pembinaan prestasi olahraga atletnya, tapi juga memperhatikan kualitas pendidikan mereka.(vb/arf)