Seputar SKOI Kaltim

SKOI Kaltim Sosialisasi di Bontang

Natal Parlindungan S | Kamis, 13 Februari 2014 - 00:06:15 WIB | dibaca: 889 pembaca

BONTANG- Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan OLah Raga (Dispora) Kota Bontang melakukan sosialisasi tentang keberadaan SKOI di Kaltim. Sosisliasasi yang diikuti perwakilan guru olah raga tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se Kota Bontang ini bertempat di Hotel Akbar Kota Bontang Selasa (11/2) lalu.

Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) SKOI Kaltim Drs Agus Tianur MSi mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk upaya untuk mencapai Visi SKOI Kaltim yaitu  menyiapkan SDM yang unggul dan berprestasi di bidang olah raga dan akademis, berdasarkan intelektualistas, disiplin tinggi, berwawasan Iptek serta berlandaskan iman dan taqwa.

Pada saat ini katanya, SKOI  Kaltim tengah giat-giatnya memperkenalkan keberadaan SKOI kepada seluruh masyarakat Kaltim khususnya kepada sekolah tingkat SD dan SMP.  “Kami menyadari betapa sulitnya atlet untuk dapat berprestasi. Jika bersekolah disekolah umum kerap terbentur pada jadwal pelajaran dan jadwal latihan,” ungkap Agus Tianur disela presentasi tentang keberadaan SKOI dihadapan undangan yang menjadi peserta sosialisasi.

Permasalahan di SKOI Kaltim lanjut Agus Tianur dapat disiati dengan pengaturan waktu belajar dan latihan. Ia mencontohkan, di SKOI Kaltim siswa wajib mengikuti latihan pagi hari yang dimulai pukul 06.00 – 08.00 Wita. Sedangkan jam sekolah baru akan dimulai pada pukul 09.00 – 12.45 Wita. untuk latihan sore, dimulai pukul 15.00 Wita. “Dengan pengaturan waktu latihan dan sekolah ini diharapkan atlet dapat terus meningkatkan prestasi olahraga dan prestasi akademisnya,” paparnya.

Selain presentasi, Agus Tianur juga mengisi waktu dengan paparan tentang pengalaman dari beberapa pelatih yang ada di SKOI Kaltim. Salah satunya adalah pelatih panahan Muhammad Nur.   Pria kelahiran Kota Balipapan ini mengatakan, secara prinsip atlet –atlet yang bersekolah di SKOI Kaltim tetap dapat memperkuat daerahnya jika ada kejuaran seperti Porda atau kejuaran lainya.

Ide pendirian SKOI Kaltim ini berawal dari keinginan Gubernur Kaltim  Awang Faroek Ishak yang didasari pada berlimpahnya fasilitas olah raga di Kaltim pasca pelaksanaan  Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 lalu.

Keistimewaan yang dimiliki SKOI Kaltim adalah sebagai satu-satunya  sekolah khusus olahraga yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dengan jumlah cabang olah raga (Cabor) yang dapat dilatih mencapai 20 cabang. (hms5)