Seputar SKOI Kaltim

Sumsel Intip Keberhasilan Pengelolaan SKOI Kaltim

Natal Parlindungan S | Selasa, 24 Juni 2014 - 00:08:03 WIB | dibaca: 605 pembaca

SAMARINDA – Keberhasailan pengelolaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim yang ditandai banyaknya torehan prestasi atlet terus mencuri perhatian provinsi di tanah air. Salah satunya Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang melakukan studi banding untuk “mengintip” pola pengelolaan SKOI dengan semboyan go internasional.
 
“Beberapa waktu lalu kita menerima kunjungan Pemprov Sumsel yang diwakili jajaran Dispora, DPRD, dan Disdik. Mereka melakukan studi banding tentang SKOI karena penasaran dengan semboyan go internasional yang kita usung,” ungkap Kepala Dispora Kaltim, Sigit Muryono ketika berbincang dengan wartawan, di Samarinda, Jumat (20/6) .
 
Padahal awal kali pendirian SKOI Kaltim, Pemprov Kaltim pernah belajar ke Sumsel tentang pengelolaannya. Sekarang, karena prestasi dan semboyan yang menarik SKOI Kaltim go internasional Kaltim mendapat kunjungan balasan dari Sumsel.
 
Selain itu, Provinsi Sumsel juga ingin menggali informasi mendalam tentang proses pembinaan yang menghantarkan SKOI Kaltim menjadi sekolah acuan nasional. Yakni bagaimana pergi Kota Darwin, Australia bisa berprestasi di Arafura Games, kemudian pergi ke Thailand berprestasi di Internasional Sport School Games, maupun kejuaraan tingkat internasional lain dengan prestasi yang tidak kalah gemilang.
 
Tidak terkecuali keberhasilan atlet binaan SKOI Kaltim memberi kontribusi 11,4 persen medali bagi Bumi Ruhuy Rahayu pada PON XVIII Riau kemarin, sehingga menempati peringkat lima nasional perolehan medali. 
“Ini yang ingin mereka kaji, kenapa SKOI Kaltim masih baru sudah bisa berprestasi seperti itu,” tegasnya.
Menurut Sigit, studi banding juga untuk mempelajari kurikulum SKOI, serta dasar pembentukannya sehingga bisa saling mendukung dalam pendanaan.
 
Dijelaskan Sigit, berdasarkan UU No 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional diamanatkan bahwa kebijakan pendidikan hanya satu, tapi penyelenggara pendidikan boleh siapa saja. Tidak terkecuali Dispora untuk pendidikan bidang olahrga.
 
“Payung hukumnya SKB (surat kesepakatan bersama) tiga menteri, yakni Menpora, Mendagri, dan Mendikbud agar SKOI tetap eksis. Pembagian kewenangan pendanaannnya jelas. Untuk hal terkait pengembagan atlet keolahragaan kewenangan dispora, berkaitan pengembangan mutu pendidikan sharing dengan disdik,” sebutnya.
 
Selain itu, kedatangan jajaran Pemprov Sumsel juga dalam kaitan menawarkan kerjasama olahraga dengan Pemprov Kaltim. Khususnya berkaitan pengelolaan stadion karena Sumsel terkenal berhasil mengelola stadion olahraga.
 
Dibuktikan Gubernur Sumsel berhasil memperoleh penghargaan dari presiden sebagai daerah yang rajin selenggarakan even olahraga regional, nasional dan internasional bergengsi. Gubernur Sumsel mendapat penghargaan bersama Gubernur DIY sebagai Ketua KONI terlama, dan Gubernur Kaltim sebagai kepala daerah yang memberi perhatian sangat tinggi tinggi terhadap peningkatan prestasi olahrga.
 
“Kita juga akan belajar pengelolaan stadion seperti dilakukan Sumsel. Jadi tidak hanya studi banding, tapi juga menawarkan kerjasama baik untuk pengelolaannya,” tambahnya. (arf-bd)